Kepala Desa Karyamukti KABABUK Mahasiswa UIN Bandung

Kepala Desa Karyamukti KABABUK Mahasiswa UIN Bandung

Kampung baca buku terlahir dari inisiatif perayaan 17 Agustus, sebagai hari lahir bangsa indonesia. Ada suatu kebudayaan yang unik dari warga untuk merayakannya, salah satunya dengan menggunakan dongdang. Sebagai ciri khas pesta rakyat masyarakat karya mukti dengan menggunakan dongdang. Para mahasiswa berinisiatif mewariskan semangat juang 17 Agustus dengan membaca buku. Menghadirkan suasana perjuangan disetiap gerak langkah perjuangan yaitu program KABABUK (Kampung Baca Buku) inovasi dengan menggunakan dongdang sebagai ‘suasana’ 17 Agustus yang selalu melekat rasa semangat perjuangannya. Menariknya, ketika buku-buku ada di dalam dongdang.

Terlahir dari inisiatif Mahasiswa UIN SGD Bandung yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Cigadung, Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dalam bidang pendidikan, mahasiswa yang tergabung di kelompok KKN kelompok 284 menciptakan program Kampung Baca Buku (Kababuk). Dengan kepedulian itu para mahasiswa bekerjasama dengan remaja sekitar untuk meresmikan program tersebut.

Danial Iqbal, salah satu mahasiswa mengatakan Kampung baca buku terlahir dari inisiatif perayaan 17 Agustus, sebagai hari lahir bangsa indonesia. Ada suatu kebudayaan yang unik dari warga untuk merayakannya, salah satunya dengan menggunakan dongdang.

“Jadi, ciri khas pesta rakyat masyarakat desa karyamukti dengan menggunakan dongdang. Kami menyadari, sebagai mahasiswa, tidak bisa memberikan pesta rakyat yang sangat meriah. Tetapi, kami ingin mewariskan semangat juang 17 Agustus dengan membaca buku. kami selalu ingin menghadirkan suasana perjuangan disetiap gerak langkah perjuangan program Kampung Baca Buku (Kababuk),” ujarnya, Selasa (31/8/2017). Kepada Rakyat-jabar.com.

Peresmian Kampung Baca Buku (Kababuk) ini dihadiri oleh Dinas Kearsiapan dan Perpustakaan Kota Banjar, Kepala Desa Karyamukti dan pengurus baru yang akan melanjutkan program.

Sementara itu menurut Kepala Desa Karyamukti Ajat Sudrajat, program ini bisa dikatakna sangat mewah, karna Mahasiswa berhasil menciptakan program yang baru pertama kali ada di desa karya mukti. program ini biasa-biasa, itu kurang tepat, karna kenyataannya banyak wacana, tetapi program literasi tidak bisa muncul di desa karya mukti. KKN SISDAMAS di dusun cigadung telah sukses dengan sistem pemberdayaan masyarakatnya.

“Terimakasih banyak atas semua bentuk kerja samanya dengan desa kami. Semoga KABABUK ini bisa menjadi bermanfaat bagi masyarakat desa Karyamukti.” Tandas Ajat Sudrajat.

Related posts

Leave a Comment