Saat Kata ‘Maaf’ Saja Tidak Cukup

Saat Kata ‘Maaf’ Saja Tidak Cukup

Sekeras apapun kita mencoba, terkadang kita tetap membuat kesalahan.

Manusia tidak ada yang sempurna, dengan catatan itu, penting bagi kita untuk berusaha membuat perbaikan yang efektif.

Kita mesti sudah pasti, dengan semua langkah, lakukan yang paling baik dalam lakukan suatu hal.

Meskipun telah lakukan yang paling baik, tidak menanggung kita untuk betul-betul menghindar dari lakukan kekeliruan.

Selanjutnya, tidak disangka juga akan hadapi penyesalan karna kekeliruan yg tidak bisa dijauhi.

Sebagian peluang tidak datang 2 x, namun yang dapat kita kerjakan yaitu melakukan perbaikan kekeliruan kita, serta langkah paling baik untuk mulai lakukan ini yaitu dengan keinginan maaf.

Buat keinginan maaf yang efisien dapat dikelompokkan jadi seni serta pengetahuan. Hal semacam ini memerlukan sebagian keadaan yang perlu dipenuhi supaya ke-2 belah pihak yang berkaitan terasa senang.

Tersebut hal pertama yang perlu diingat, kalau ke-2 belah pihak mesti mersa senang dengan hasil penyelesaian problem supaya bisa kembali pada jalur hubungan yang seperti terlebih dulu.

Ada banyak hal yang tingkatkan peluang kalau keinginan maaf juga akan efisien. Dasar ini berlaku untuk semuanya hubungan, seperti yang ada berikut ini :

  • 1. Ketulusan

Yakinkan kalau keinginan maaf anda tulus. Kata tulus di sini yaitu ” bebas dari kepalsuan atau kepura-puraan “. Anda tak perlu tergesa-gesa untuk mohon maaf, yang perlu yaitu kwalitas keinginan maaf ada. Kwalitas di sini yaitu ketulusan, jadi janganlah katakan apa-apa bila anda belum juga siap. Saat anda siap mengemukakan pesan anda dari hati, tersebut saat yang pas.

  • 2. Timing

Saat yang pas yaitu segi perlu, dengan catatan itu, saat yang pas bukan sekedar saat anda siap mengemukakan keinginan maaf anda dari hati, tetapi kesiapan orang yang perlu terima keinginan maaf anda. Bila orang yang terima keinginan maaf anda masih tetap terasa terlukai atau geram, berilah saat untuk orang itu menentramkan diri serta dengarkan dari bagian anda.

  • 3. Intensionalitas

Janganlah pakai keinginan maaf manipulatif sekedar untuk akhiri persoalan yang ada, atau sekedar untuk buat orang yang lain yang berkaitan diam. Periksalah apa kemauan anda mohon maaf, yang semestinya yaitu untuk melakukan perbaikan hubungan antar orang yang berkaitan dengan diri anda.

  • 4. Vulnerability

Coba tidak untuk memanjakan diri dalam rasionalisasi atau pembenaran. Janganlah lebih cenderung berpihak pada sendiri, karna pembelaan apa pun pada sendiri tanpa ada diakui yaitu rancangan anda untuk buat diri anda benar serta orang yang lain yang salah.

  • 5. Visi

Peganglah visi positif mengenai hasil yang juga akan berlangsung saat anda telah mohon maaf, hal tersebut juga akan menolong anda untuk mengingatkan maksud anda mohon maaf, yakni untuk menumbuhkan rasa keyakinan yang semakin besar dalam hubungan anda, juga memudahkan anda untuk mengemukakan keinginan maaf anda.

  • 6. Spesifik

Jauhi generalisasi serta memastikan dengan pas apa yang anda sesali. Katakan kalau anda menyesal sudah lakukan atau menyebutkan suatu hal yang sudah menyebabkan rasa sakit hati (atau fisik) dalam orang itu. Butuh diutamakan kalau ” Saya mohon maaf bila anda terasa sesuai sama itu, ” tidaklah pernyataan maaf.

Anda mohon maaf juga akan kekeliruan anda, tunjukanlah penyesalan anda, bukanlah mohon maaf karna perasaan orang yang lain yaitu seperti yang ia rasakan.

  • 7. Tanggung Jawab

Mengaku kalau Anda buat kekeliruan serta pilihan yg tidak baik (umpamanya, memungkiri janji, buat pernyataan yang menyakitkan, mempunyai suara meneror atau merendahkan nada orang itu). Mengaku kekeliruan anda tanpa ada membela diri atau aksi anda.

Related posts

Leave a Comment